Jual beli tanah biasanya membutuhkan beberapa proses seperti data legalitas tanah dan lain sebagainya. Tanah dan bangunan adalah kebutuhan primer bagi setiap manusia untuk tempat berteduh atau beristirahat. Saat nanti anda melakukan pembelian atau menjual property tanah atau bangunan anda maka ada proses yang harus anda perhatikan seperti transaksi jual beli.

Transaksi jual beli sebagai bukti adanya pembelian suatu barang ataupun tanah yang sudah kita beli namun jika tanah atau rumah biasanya dengan Akta jual beli atau yang sering didengar atau dalam brosur AJB. AJB dibuat oleh kantor PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) dan untuk jual beli tanah atau rumah harus terang dan tunai dihadapan PPAT untuk proses pembuatan AJB.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika anda ingin membuat AJB seperti apakah tanah tidak dalam bermasalah contoh sengketa di bank jika hal tersebut terjadi maka PPAT akan menolak pembuatan AJB.

Data yang dibutuhkan dalam transaksi jual beli :

Data Penjual

  • Fotocopy KTP ( jika sudah berkeluarga maka dibutuhkan fotocopy KTP Suami ataupun Istri )
  •  Persetujuan suami ataupun istri dan fotocopy KK (Kartu Keluarga), jika suami atau isrti telah meninggal maka yang dibutuhkan adalah akta kematian dan jika bercerai maka yang dibutuhkan surat penetapan dan akta pembagian harta bersama
  • Sertifikat asli hak atas tanah yang akan dijual seperti SHM (Sertifikat Hak Milik), Sertifikat Hak Guna Bangun dan lain sebagainya, akta notaris
  • Bukti Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sepuluh tahun terakhir
  • NPWP

Data Pembeli

  • Fotocopy KTP ( jika sudah berkeluarga maka dibutuhkan fotocopy KTP Suami ataupun Istri )
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Surat Nikah jika sudah berkeluarga
  • NPWP

Proses Pembuatan AJB

Sedangkan untuk proses pembuatan AJB (Akta Jual Beli), PPAT akan melakukan pemeriksaan tentang keaslian sertifikat untuk mengetahui apakah tanah tersebut sedang dijaminkan atau dalam sengketa jika terjadi maka pembuatan AJB akan ditolak.

Penjual harus membayar Pajak Penghasilan (Pph) dan untuk pembeli harus membayar bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dengan ketentuan yang telah ditentukan yakni :

Pph = harga jual (NJOP) X 5% pajak pembeli = {NJOP – nilai tidak kena pajak} X 5%

Dalam proses pembuatan harus dihadiri oleh penjual dan pembeli. Dalam pembuatan AJB juga dibutuhkan saksi setidaknya ada 2 orang saksi. PPAT akan menjelaskan atau membacakan isi dan maksud dari akta, jika pembeli dan penjual setuju maka akan ditandatangani  oleh penjual, pembeli, saksi dan PPAT. Akta akan dibuat dua lembar asli yang mana satu akan disimpan oleh kantor PPAT dan lembar satunya akan disampaikan ke kantor pertanahan untuk kepentingan balik nama, sedangkan untuk salinannya akan diberikan kepada penjual dan pembeli.

Proses di kantor Pertanahan

Setelah proses pembuatan AJB selesai maka PPAT akan memberikan data atau berkas AJB ke kantor pertanahanuntuk proses balik nama dan proses tersebut paling lambat 7 hari kerja semenjak akta tersebut ditandatangani.

Berkas – berkas yang dibutuhkan meliputi :

  1. Kantor pertanahan akan memberikan surat permohonan balik nama yang akan diserahkan kepada PPAT yang selanjutnya akan diberikan kepada pembeli
  2. Akta Jual Beli
  3. Fotocopy KTP penjual dan Pembeli
  4. Sertifikat Hak Atas Tanah
  5. Bukti Lunas Pph dan BPHTB

Dalam waktu sekitar 14 hari maka proses akan selesai dan pembeli berhak mengambil sertifikat yang sudah di balik nama di kantor pertanahan. Proses sudah selesai……..

Jadi anda harus teliti dan cermat dalam setiap proses agar tidak ada hal yang terlewat sehingga proses jual beli tanah anda lama. Bisa juga anda meminta bantuan langsung ke pihak property rumah murah yang anda beli untuk proses pengurusan di pihak notaris yang biasanya sudah disediakan oleh pihak property rumah atau tanah murah.